Sabtu, 25 September 2010

_Hati-hati, KEJAHATAN ada DIMANA-MANA_

Assalamu'alaikum sahabat ku. Apa kabar semuanya? Semoga dalam keadaaan sehat wa'alfiat. Aamiin...

Oya, malam ini saya mau menceritakan pengalaman beberapa hari ini. Pada hari Jumat kemaren, setelah selesai kuliah saya dan teman-teman mau pergi ke Ajay (Adijaya) untuk membeli peralatan tulis. Kami pun pergi dengan semangatnya yang kebetulan hari itu kuliah di kampus IPB Baranang Siang, sehingga kalau ke Ajay jadi lebih dekat. Kami melewati Botani Square, tapi belum buka karena memang jam baru menunjukkan pukul 09.00 WIB. Kami pun bercerita banyak hal di jalan, tentang liburan lebaran kemaren, dll. Ditengah perjalanan menuju Ajay, kami harus menyeberang dahulu. Kami memutuskan untuk menyeberang di jembatan penyeberangan. Disana banyak pengemis yang nongkrong (heheh... gaul juga tuh pengemis). Tapi ketika saya akan menaiki tangga penyeberangan, ada seorang pengemis separuh baya, dengan sigapnya mau mengambil gelang di tangan kiri. Alhamdulillah saya cepat menyadarinya, dan cepat-cepat menarik tangan serta menatapnya dengan tajam. Untung saja gelang itu gagal diambil oleh pengemis tersebut.

Ini hanya salah satu kejadian yang terjadi pada saat ini, yang membuat kita merasa tidak aman dan nyaman. Saya berharap agar sahabat dapat berhati-hati dimana pun berada. Karena tindak kejahatan itu ada dimana-mana dan ketika ada kesempatan pasti mereka akan melakukannya. Dan untuk sahabat ketahui kenapa kita merasa tidak aman, karena memang sistem yang dipakai saat ini adalah Demokrasi yang tidak menjamin kenyamanan dan rasa aman pada masyarakatnya. Sistem ini mengajarkan untuk peduli pada kepentingan individu semata dan azas manfaat serta hanya mencari keuntungan. Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Itulah gambaran yang terjadi pada saat ini sehingga menimbulkan banyak pelaku kejahatan. Ini mereka lakukan hanya untuk mencari sesuap nasi agar bisa bertahan hidup. wallahu'alam.

Kita menyadari bahwasanya kita butuh solusi atas permasalahan yang terjadi di negeri ini. Kita harus mencari kenapa permasalahan ini bisa terjadi dan mencari solusi yang konkrit dan dapat mensejahterakan masyarakat. Kalau menurut pandangan saya, ini terjadi karena Islam tidak dijadikan sebagai solusi dari berbagai problematika kehidupan. Islam tidak dijadikan sebagai aturan menyeluruh dalam menjalani kehidupan. Kalau kita flash back, ketika Islam diterapkan pada pemerintahan Umar Bin Khattab, beliau sendiri yang memangkul beras untuk diberikan kepada masyarakat yang kelaparan. Beliau tidak ingin kalau ada masyarakatnya yang tidak sejahtera. Umar menyadari bahwa apa-apa yang dipimpinnya akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT. Semoga saja pemerintahan kita menyadarinya dan Islam kembali dijadikan sebagai Solusi untuk problematika kehidupan. Aamiin...

Udah dulu ya sahabat, lain waktu disambung lagi. Kalau sahabat mau menanggapi, tafadhol mari kita sharing bersama.

~~Kosan AM tercinta~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar